Nur ‘Izzatul Hikmah Temukan Kearifan Lokal Petani Dapat Mengurangi Laju Erosi

Erosi sering terjadi pada daerah lereng yang miring, salah satunya di Sekaran. Kelurahan Sekaran merupakan daerah yang berada di DAS Garang Hulu Semarang yang terletak di lereng gunung Ungaran menjadikan Kelurahan Sekaran memiliki topografi yang miring. Hujan limpasan mengakibatkan erosi dan hilangnya unsur-unsur tanah lapisan atas yang mempengaruhi tingkat kesuburan tanah. Hal itulah yang mendorong Gadis Kelahiran Kisaran Medan ini untuk mengkajinya, melalui program kreativitas mahasiswa PKM-PSH ia bersama anggotanya yakni Lu’luil Munawaroh dan Tegar Nugraha Satya Wibisana menuangkan ide dan gagasannya.

Bentuk kearifan lokal yang ditemukan di Kelurahan Sekaran sebagai salah satu daerah di DAS Garang Hulu yang dapat mengurangi laju erosi diantaranya dengan menginjak-injak tanah yang bertujuan untuk memadatkan tanah, kemudian menaruh sersahan dedaunan dan rerumputan yang dapat menutupi tanah dan mencegah laju erosi, yang ketiga dengan menabur abu bekas pembakaran kayu di sawah, abu tersebut dapat menggemburkan tanah dan meningkatkan kapasitas infiltrasi sehingga kesuburan tanah meningkat. Dan yang terakhir dengan menyusun batu pada lahan pertanian yang miring, merupakan salah satu bentuk konservasi tanah secara mekanik yaitu terasering.

Selain itu tim Program Kreativitas Mahasiswa Sosial Humaniora (PKM-PSH) 2018 yang beranggotakan Nur ‘Izzatul Hikmah, Lu’lu’il Munawaroh dan Tegar Nugraha Satya Wibawa juga membuat alat pengukur tingkat erosi yang diberi nama Cynometer.

Prestasi dan semangat mereka merupakan contoh dan motivasi bagi kita agar dapat terus berkarya.

 

 

Author : M.Lutfi Wirawan ( Staff RID )

Sumber: