ISCOOL 2017: Wahana Penuntasan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Unit Kegiatan Mahasiswa English and Research Community punya cara tersendiri untuk mengejawantahkan tri dharma perguruan tinggi. UKM di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang tersebut baru-baru ini merilis kompetisi esai ilmiah tingkat nasional tingkat perguruan tinggi. Kompetisi ini bertajuk Interdiciplinary Scientific Competition for Nation Development (Iscool) 2017.

“Sebagai civitas akademika, kita tentu harus memenuhi tugas pendidikan dengan berkutat dengan literatur, serta tidak lupa peka akan keadaan bangsa. Selain itu, kita juga punya tugas penelitian yang dapat kita tunaikan melalui dunia kepenulisan. Adapun tugas pengabdian dapat kita salurkan dengan memperhatikan permasalahan sekitar lalu mencoba menawarkan solusi (untuk kemudian diimplementasikan). Iscool 2017 merupakan kompetisi dimana mahasiswa diberi kesempatan untuk belajar dan mengabdi melalui kepenulisan. Satu naskah esai dari peserta berarti satu mahasiswa telah menunaikan tri dharma perguruan tinggi,” ujar Indah Pujiana, sang ketua panitia.

Alur kompetisi sendiri akan mencapai babak final pada 28 Oktober 2017 saat 10 finalis diberi kesempatan memaparkan gagasannya di gedung utama Fakultas Ilmu Sosial. 10 finalis dipilih berdasarkan beberapa kriteria yang diseleksi oleh tiga juri dari berbagai bidang. Tiga juri tersebut ialah, Harto Wicaksono, M.A.  dari FIS; Sandy Arief, M.Sc., dari Fakultas Ekonomi; dan Bayu Triwibowo, M.T., dari Fakultas Teknik. Panitia telah memastikan semua peserta akan mendapat piagam penghargaan untuk tiap peserta. Selain itu, sejumlah uang pembinaan juga telah disediakan untuk memotivasi peserta agar tidak lelah memacu diri. Dengan kontribusi hanya sebesar lima puluh ribu rupiah, peserta akan mendapatkan benefit intelektual lebih besar. Adapun 10 besar finalis tim esai yang akan memaparkan gagasannya di C7 adalah sebagai berikut.

  1. Dian Utami dari Universitas Negeri Yogyakarta
  2. Hidayat dari Universitas Sebelas Maret
  3. Rangga Alif Faresta dari Universitas Mataram
  4. Sandy Yusril Ihza dari Universitas Mataram
  5. Istiqomah Dini Pratiwi dari Institut Teknologi Bandung
  6. Anugrah Muzakki Puar dari Institut Teknologi Bandung
  7. Khafid Dwi Pradan dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya
  8. Isni Nurani dari Universitas Negeri Semarang
  9. Achmad Afilianto dari Universitas Trunojoyo Madura
  10. Edith Jessica Putri Perdana Situmorang dari Universitas Negeri Medan.